Sanana, Maluku Ùtara – Keluarga seorang pasien ibu melahirkan di RSUD Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, menyayangkan penanganan medis yang diduga lalai dan lambat memberikan stok darah. Akibat keterlambatan ini mengakibatkan pasien bumil pasca melahirkan meninggal dunia akibat pendarahan.
Andi Umaternate, adik almarhumah sekaligus perwakilan keluarga, menceritakan bahwa sang kakak tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIT dalam kondisi kritis setelah melahirkan bayinya.
Namun, saat terjadi perdarahan, pihak rumah sakit menolak langsung memberikan stok darah yang tersedia dengan alasan harus menunggu donor darah baru terlebih dahulu.
“Kondisi sudah sangat kritis, saya minta agar darah yang sudah ada diberikan dulu, kami siap mengganti berapapun yang terpakai. Tapi mereka tetap minta cari pendonor baru dulu, padahal jam segitu sangat sulit cari pendonor,” ungkap Andi kepada wartawan, Sabtu (13/09/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!