Rushan menambahkan bahwa Pemerintah Kota Ternate melalui Sekda telah menyatakan komitmen untuk segera melakukan proses serah terima aset agar pembangunan pelabuhan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat. Dorongan pembangunan pelabuhan di Mayau juga datang dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Pelabuhan Dufa-Dufa masih menunggu keputusan lebih lanjut. Kalau mau dianggarkan lewat APBD silahkan, tapi kalau ingin melalui APBN, statusnya sama seperti Mayau dan Mangga Dua, asetnya harus diserahkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Rushan menegaskan, pembahasan penyerahan aset hanya mencakup Mangga Dua dan Mayau. “Yang kemarin kita bicarakan soal penyerahan aset ke kementerian itu baru Mayau dan Mangga Dua. Untuk Dufa-Dufa belum. Yang sudah pasti dilakukan penyerahan aset ini adalah Mayau dan Mangga Dua,” tegasnya.
Meski demikian, pengembangan Pelabuhan Dufa-Dufa tetap menjadi kepentingan bersama antara pemerintah daerah dan pusat. Salah satu skema pendanaan yang bisa ditempuh melalui APBN adalah Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan pengajuan melalui Bappenas dan rekomendasi Perhubungan Laut.
“Kolaborasi ini harus tetap berjalan. Terkait pengelolaan, tergantung kesepakatan yang dibangun, tapi yang jelas kita harus menyiapkan dulu pelabuhannya,” jelas Rushan. (RFN/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!