Kasus Korupsi Proyek Isda, Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus Diperiksa 8 Jam

- Editor

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus, usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Maluku Utara, Senin (5/1/2026). Aliong diperiksa terkait dugaan korupsi proyek istana daerah Kabupaten Pulau Taliabu.

Mantan Bupati Taliabu Aliong Mus, usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Maluku Utara, Senin (5/1/2026). Aliong diperiksa terkait dugaan korupsi proyek istana daerah Kabupaten Pulau Taliabu.

Ternate, Maluku Utara – Tim penyelidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara memeriksa mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, pada Senin (6/1/2026). Pemeriksaan tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Istana Daerah (ISDA) Kabupaten Pulau Taliabu Tahun Anggaran 2023 dengan nilai anggaran Rp 17,5 miliar.

Aliong Mus, yang juga merupakan mantan calon Gubernur Maluku Utara usungan Partai Golkar, menjalani pemeriksaan selama kurang lebih delapan jam. Ia hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.00 WIT dan meninggalkan Gedung Adhyaksa Kejati Maluku Utara pada pukul 18.39 WIT.

BACA JUGA  Kejati Malut Tetapkan Eks Kadis PUPR Taliabu Supraydno Sebagai Tersangka di Kasus Lain

Pantauan wartawan, Aliong keluar gedung didampingi seorang kuasa hukum serta dua ajudan pribadinya. Saat dimintai keterangan oleh awak media, Aliong menyampaikan bahwa dirinya telah menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penyidik. “Semua sudah saya jawab ke penyidik,” ujar Aliong singkat kepada wartawan di lobi Kantor Kejati Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga, membenarkan pemeriksaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Aliong diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

“Benar, hari ini kami melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Pulau Taliabu terkait proyek pembangunan Istana Daerah. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.30 WIT dan yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” jelas Richard.

Berita Terkait

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi
Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai
Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes
Disperindagkop Halsel Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pangkalan yang Ketahuan ‘Kencing’ Mita Subsidi di Kios
Wagub Tinjau Penanganan Banjir di Halmahera Barat, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Peserta Seleksi Dewas dan Direksi Perumda Ake Gale Ternate Segera Diuji
Tim SAR Morotai Bantah Isu Hoaks yang Disebarkan Salah Satu Akun Medsos
Rombak Kabinet, Bupati Halsel Bassam Kasuba Geser Sekda dan Kepala BPBD
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:08 WIT

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:41 WIT

Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIT

Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:54 WIT

Disperindagkop Halsel Siapkan Sanksi Tegas Bagi Pangkalan yang Ketahuan ‘Kencing’ Mita Subsidi di Kios

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:41 WIT

Wagub Tinjau Penanganan Banjir di Halmahera Barat, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!