Ternate, Maluku Utara – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara yang mencapai sekitar 39 persen, tertinggi secara nasional, mendapat perhatian khusus dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. Ia meminta Pemerintah Provinsi memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pemerataan pembangunan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Mahendra dalam sambutan pada acara pengukuhan Kepala OJK Provinsi Maluku Utara di Bela Hotel Ternate, Selasa (9/12/2025).
Mahendra menegaskan, laju pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi ini merupakan peluang strategis bagi Maluku Utara untuk memperkuat inklusivitas ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan tertinggi secara nasional ini, yang didorong sektor pertambangan, penggalian, serta ekspor barang dan jasa, merupakan kesempatan luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai dominasi sektor tambang dalam struktur pertumbuhan ekonomi tidak perlu dianggap sebagai anomali. Sebaliknya, kondisi tersebut bisa menjadi pendorong untuk memperluas manfaat pertumbuhan ke sektor lainnya.
“Meski pertumbuhannya didorong satu sektor, ini bukan anomali. Maluku Utara justru mendapat kesempatan besar untuk membangun secara lebih merata dan mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Mahendra, tingginya pertumbuhan ekonomi membuka peluang besar bagi perluasan akses keuangan, terutama bagi pelaku UMKM, serta pendalaman pasar keuangan daerah. Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada industri pertambangan. “Pertumbuhan yang kuat ini memberi ruang bagi penguatan akses keuangan UMKM dan pendalaman pasar keuangan yang akan mendorong sektor-sektor lain di luar pertambangan,” katanya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









