Mahendra menegaskan komitmen OJK untuk mendukung program pembangunan ekonomi daerah sesuai sektor unggulan dan prioritas Pemprov Maluku Utara.
“Kami siap mendukung pengembangan ekonomi daerah bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengakui bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi provinsi ini selalu tinggi, dampaknya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tertinggi se-Indonesia di angka 39 persen. Ini sangat tinggi, tetapi belum inklusif,” kata Sherly.
Ia menjelaskan hal itu terjadi karena infrastruktur pendukung kawasan industri belum disiapkan secara memadai, mulai dari SDM hingga sektor pertanian dan perikanan.
“Selama ini kita belum menyiapkan SDM, pertanian, dan perikanan untuk mendukung kawasan industri yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (*RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!