Di balik bentangan langit biru Kota Ternate pagi itu, asap kemarahan mulai membumbung. Tak ada yang benar-benar siap menghadapi ledakan emosi publik yang dipicu oleh satu nama, Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang menjelma menjadi simbol perlawanan.
Affan tewas mengenaskan, dilindas mobil rantis Brimob pada 28 Agustus lalu. Kematian Affan tak hanya mengguncang keluarganya, tetapi memantik amarah kolektif yang kini menjalar ke seluruh pelosok negeri termasuk di Maluku Utara.
Sekitar pukul 10.00 WIT, kompleks Kantor DPRD Kota Ternate lumpuh total. Aparat TNI dan Polri bersiaga di tiap sudut, mengantisipasi kedatangan massa yang terus berdatangan. Mereka bukan hanya mahasiswa. Mereka adalah pengemudi ojek, aktivis, warga sipil dan suara-suara yang lama dipinggirkan.
Jam 12 siang, berbagai aliansi telah tiba di jalan menuju gedung wakil rakyat. Ada Aliansi Maluku Utara Menggugat, BEM Unkhair, BEM Unutara.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!