Weda, Maluku Utara – PT Smart Marsindo kembali memperlihatkan konsistensi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem Pulau Gebe melalui program reklamasi pasca tambang. Tahun ini, perusahaan menjadwalkan penanaman 4.000 pohon pada empat titik area bekas tambang yang telah dinyatakan selesai masa operasinya.
Jenis tanaman yang akan direhabilitasi disesuaikan dengan karakteristik lahan pasca tambang, yakni Cemara Laut, Mahoni, Casuarina, dan Bintangor.
Perwakilan perusahaan, Rusli, menjelaskan bahwa program reklamasi tidak hanya berbasis pemulihan lingkungan, tetapi juga dirancang untuk memberdayakan masyarakat lokal.
“Kami libatkan warga mulai dari proses persemaian bibit hingga penanaman. Setiap polybag bibit yang disemai dibayarkan Rp 3.000 sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi,” terang Rusli.
Tidak hanya pada tahap persemaian, masyarakat juga akan dilibatkan langsung saat penanaman dilakukan di seluruh titik reklamasi.
Rusli menegaskan, upaya rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap pelestarian lingkungan di Pulau Gebe.
“Program ini bukan seremonial. Reklamasi akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan menjadi standar komitmen kami terhadap lingkungan,” ujarnya. Sabtu (6/12/2025).
PT Smart Marsindo selama ini dikenal sebagai perusahaan tambang yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat Pulau Gebe. Selain fokus pada pemulihan lingkungan, fasilitas sosial dan pendidikan juga terus mendapat dukungan melalui program CSR perusahaan.
Dengan langkah reklamasi ini, PT Smart Marsindo kembali menekankan bahwa aktivitas tambang harus berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang. (*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!