Untuk pakaian adat wanita, filosofi yang diusung mencakup kesucian, keharmonisan alam, dan identitas empat Soa Gareha, dengan warna putih dan hijau sebagai simbol keseimbangan hidup masyarakat Sula.
Komponennya meliputi kebaya dada, hiasan kepala Empat Kembang Goyang (Fatce, Falahu, Fagudu, Mangon), lida bermotif Wansosa, stagen di pinggang, bawahan kain batik hijau, serta aksesoris Peniti Bulan Salendang.
Sementara itu, pakaian adat pria menggambarkan kewibawaan, ketegasan, dan kesatuan masyarakat dalam bingkai adat Sula. Rumusannya terdiri dari baju jubah hijau, dalaman putih, celana putih, dan penutup kepala putih dengan perpaduan warna dari masing-masing soa.
“Dengan rumusan ini, kami berharap pakaian adat resmi dapat menjadi identitas kuat yang mewakili budaya dan kearifan lokal dalam setiap kegiatan resmi daerah,” tutup Ismail. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!