Pakaian Adat Sula Resmi Dirumuskan, Ini Motif dan Desainnya

Untuk pakaian adat wanita, filosofi yang diusung mencakup kesucian, keharmonisan alam, dan identitas empat Soa Gareha, dengan warna putih dan hijau sebagai simbol keseimbangan hidup masyarakat Sula.

Komponennya meliputi kebaya dada, hiasan kepala Empat Kembang Goyang (Fatce, Falahu, Fagudu, Mangon), lida bermotif Wansosa, stagen di pinggang, bawahan kain batik hijau, serta aksesoris Peniti Bulan Salendang.

BACA JUGA  Kuota Haji 2026 Kepulauan Sula Anjlok, Ribuan Warga Harus Mengantre hingga Puluhan Tahun

Sementara itu, pakaian adat pria menggambarkan kewibawaan, ketegasan, dan kesatuan masyarakat dalam bingkai adat Sula. Rumusannya terdiri dari baju jubah hijau, dalaman putih, celana putih, dan penutup kepala putih dengan perpaduan warna dari masing-masing soa.

“Dengan rumusan ini, kami berharap pakaian adat resmi dapat menjadi identitas kuat yang mewakili budaya dan kearifan lokal dalam setiap kegiatan resmi daerah,” tutup Ismail. (RMT/Red)

BACA JUGA  Di Malut, Jumlah Pasangan Menikah Turun Saat Pandemi
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah