Kepala DKP Malut, Fauji Momole, mengatakan penyelenggaraan festival tahun ini mendapat perhatian khusus karena bertepatan dengan momentum HUT provinsi.
“Festival ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku Utara. Dengan anggaran yang terbatas, kami memaksimalkan seluruh kebutuhan teknis di lapangan,” ujar Fauji, kepada awak media beberapa waktu yang lalu.
Menurut Fauji, belanja ikan diambil dari anggaran Rp 400 juta tersebut, namun pelaksanaan kegiatan juga melibatkan nelayan lokal sebagai bentuk kolaborasi dan partisipasi masyarakat pesisir.
“Sebagian ikan kami siapkan dari anggaran, sebagian lagi disuplai oleh nelayan. Ini bentuk gotong royong dalam memeriahkan HUT provinsi,” tambahnya.
Di sisi lain, Festival Nyao Fufu menuai kritikan publik yang menduga adanya penyalahgunaan anggaran. Kritikan itu bahkan luas di jejaring sosial.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!