Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma, saat dimintai tanggapan terkait hal ini memberikan pernyataan singkat yang dinilai belum menjawab pokok persoalan.
“Kerja sama antara Dinkes Ternate dan RSUD Chasan Boesoirie hanya terkait pengangkutan dan pemusnahan limbah medis. Tidak lebih dari itu,” ujar Fathiyah saat dihubungi pada Selasa (9/9/2025).
Ketika diminta menjelaskan lebih lanjut soal skema pembiayaan atau potensi pendapatan Dinkes dari kerja sama tersebut hingga 2025, Fathiyah enggan merinci. “Tidak ada hitungan seperti itu,” pungkasnya.
Pernyataan yang saling bertolak belakang ini memicu pertanyaan mengenai transparansi dan tata kelola anggaran dalam kerjasama antar instansi pemerintah di Ternate. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!