Kendati demikian, kata Alfazrin, kebijakan ini belum menyentuh persoalan krusial lainnya, yaitu pengadaan seragam sekolah yang selama ini masih menjadi beban rutin bagi orang tua siswa.
“Saya tidak pernah menyatakan bahwa seragam tidak boleh dibebankan kepada orang tua. Secara regulasi memang dimungkinkan. Tapi yang menjadi sorotan kami adalah praktik-praktik teknis di lapangan yang selama ini justru menyalahi ketentuan,” ujar kepada Haliyora.id, Selasa (12/8/2025).
Alfazrin lantas memandang bahwa yang perlu disoroti adalah peran komite sekolah dalam pengadaan seragam. Berdasarkan penjelasannya, banyak pihak menafsirkan keliru Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, khususnya Pasal 10 yang mengatur tentang kewenangan komite sekolah dalam penggalangan dana dari masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa komite sekolah tidak dibenarkan melakukan pengadaan langsung seragam maupun bekerja sama dengan pihak sekolah dalam urusan teknis semacam itu.
“Yang dilarang itu adalah keterlibatan sekolah dalam pengadaan seragam, termasuk jika dilakukan secara tidak langsung melalui komite. Komite sekolah memang boleh menghimpun dana, tapi bukan untuk menjadi pelaksana pengadaan seragam. Itu bukan tugas dan fungsinya,” jelasnya.
Selain itu, kritik Alfazrin juga diarahkan kepada pernyataan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sula, Syawal Umahanu, yang dianggap menggeneralisasi peran komite sekolah dalam proses pengadaan seragam. Menurutnya, narasi bahwa hal tersebut sudah sesuai regulasi sangat keliru dan menyesatkan publik.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar ke depan Pemerintah Provinsi Maluku Utara bisa mempertimbangkan intervensi kebijakan pada sektor ini, misalnya dengan menggratiskan seragam bagi siswa baru, sebagaimana telah dilakukan di beberapa provinsi lain, selama kondisi fiskal daerah memungkinkan.
“Ini bukan soal membenturkan pernyataan saya dengan Pak Kadis Pendidikan Provinsi. Justru saya melihat apa yang beliau sampaikan punya irisan yang sama. Hanya saja, saya menambahkan catatan penting soal praktik lapangan dan harapan agar kedepan bisa lebih progresif,” tegas Alfazrin.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!