Ternate, Maluku Utara – Maluku Utara (Malut) mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi provinsi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2025. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara. Dimana pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 34,58 persen (yoy), didorong oleh kuatnya kinerja ekspor sektor industri pengolahan dan pertambangan, khususnya nikel.
Meski tertinggi secara nasional, namun tingkat pengangguran di Maluku Utara masih terbilang tinggi. Ini karena belum optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal, sehingga menyebabkan kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan rendahnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).
Di sisi lain, DJPb Malut mencatat, kendati Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) menunjukkan tren positif, kesejahteraan masyarakat di sektor tradisional masih menghadapi tekanan. Selain itu, kenaikan rasio gini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menyoroti kondisi tersebut, akademisi Unkhair Ternate, Dr. Azis Hasyim, mengatakan secara umum pertumbuhan ekonomi yang memang terbilang tinggi dan diharapkan memberikan kontribusi bagi penurunan tingkat pengangguran maupun mendorong faktor makro ekonomi lainnya stabil.
“Akan tetapi fakta menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi juga tidak selalu berbanding lurus dengan penurunan tingkat pengangguran,” kata Azis kepada Haliyora.id, Sabtu (02/08/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!