Bau Sampah di Pasar Basanohi Sula Bikin Omzet Pedagang Anjlok 

Para pedagang menyatakan bahwa mereka membayar retribusi harian sebesar Rp 2.000 hingga Rp 5.000 kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Perhubungan. “Setiap hari kami bayar retribusi dari mulai masuk pasar sampai berbagai macam iuran,” tambah Umar.

Mereka berharap instansi terkait, terutama DLH, segera mengambil langkah untuk menangani persoalan ini. “Kalau tidak cepat diatasi, situasi ini bisa merugikan kedua belah pihak, baik pedagang maupun pemerintah,” tegas Eta.

BACA JUGA  Kebijakan Pemda Sula Bikin Pedagang ‘Meriang’

Tidak hanya pedagang, pengunjung pun mengeluhkan hal serupa. Randi, salah satu pengunjung pasar, mengatakan bahwa bau menyengat sangat mengganggu kenyamanan. “Bau sekali pasarnya. Jadi tidak betah lama-lama disini,”keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DLH terkait keterlambatan pengangkutan sampah tersebut. (RMT/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah