Kepala Bappeda Malut Minta Anggota DPRD Mislan Jangan Umbar Fitnah Soal Isu Pulau Taliabu

Sofifi, Maluku Utara – Wacana Kabupaten Pulau Taliabu, pisah dari Maluku Utara dan bergabung dengan DOB Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) mulai menggelinding dua hari terakhir. Ini karena publik di Taliabu mensinyalir arah pembangunan di daerah tersebut tidak tersentuh pemerintah provinsi untuk 5 tahun, sebagaimana dituangkan dalam RPJMD Maluku Utara 2025-2029 yang disahkan DPRD pada Senin lalu (28/7).

BACA JUGA  Saksi 3 Paslon Walk Out, Ketua KPU Maluku Utara Tanggapi Begini

Wacana ini kembali menguat setelah anggota DPRD Maluku Utara daerah pemilihan Sula-Taliabu, Mislan Syarif, mengkritik Pemprov di rapat paripurna itu. Ia menyebut bahwa Taliabu selama ini hanya dijadikan pelengkap administratif tanpa sentuhan pembangunan nyata dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Kami ini garda terdepan, tetapi selalu dianak tirikan. Jalan provinsi tidak ada, jalan nasional juga tidak disentuh. Apa kami harus menunggu 10 tahun lagi?” cecar Mislan di rapat paripurna pengesahan RPJMD 2025-2029, Senin (28/7).

BACA JUGA  3 Posisi Kadis di Pemprov Malut belum Dilelang, Ada yang Setahun Dijabat Pelaksana Tugas
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah