Said menambahkan, dengan sisa waktu lima bulan ini, menunggu kedatangan alat-alat tersebut merupakan hal yang riskan. “Masalah ini kami kembalikan kepada dinas terkait apakah mereka mampu untuk memenuhi tenggat waktu tersebut,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa pembangunan infrastruktur jalan tani sepanjang 50 kilometer ini akan menjadi tugas yang berat, terutama karena infrastruktur pendukung seperti eskavator doser belum juga ada.
Oleh karena itu, Said Banyo menegaskan pentingnya pertimbangan dari Dinas Pertanian agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Mengenai anggaran, ia menyatakan bahwa informasi lebih lanjut masih dalam perhitungan berdasarkan penjelasan dari Kepala Dinas.
“Harapan kami agar dinas pertanian harus mempertimbangkan dengan serius agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan kendala di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!