Menurutnya, Pemkot Ternate seharusnya menjadikan fenomena ini sebagai bahan evaluasi dalam perencanaan ekonomi ke depan. Meskipun bawang tergolong sebagai kebutuhan non-primer, fluktuasi harganya tetap berdampak luas terhadap daya beli masyarakat.
“Walaupun kenaikan ini bersifat musiman, pemerintah tidak boleh menyepelekan. Ini menyangkut kebutuhan harian masyarakat. Harus ada langkah antisipatif,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kemungkinan adanya permainan harga dari pihak-pihak tertentu, maka pemerintah wajib melakukan intervensi apabila ditemukan praktik semacam itu.
“Persoalan harga pangan ini mungkin terlihat kecil, tapi jika dibiarkan akan berdampak besar terhadap inflasi daerah. Pemerintah harus lebih cermat dan responsif dalam menyikapi dinamika seperti ini,” pungkasnya. (Mg01/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!