Karena menjadi satu-satunya alternatif, jalan ini sering dilalui oleh para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, khususnya warga yang beraktivitas di pelabuhan perikanan yang merupakan aset Pemprov Maluku Utara di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).
Erik, seorang pengemudi truk yang sering melewati jalan itu, mengeluhkan semakin buruknya kondisi jalan. “Apalagi di musim hujan, jalan ini tidak memiliki got (drainase) sehingga penuh air, menutupi lubang-lubang di jalan,” keluh Erik kepada Haliyora.id.
Dia mewakili rekan-rekan pengemudinya yang bingung mengadu ke siapa karena jalan ini adalah infrastruktur di bawah Pemprov Maluku Utara.
“Kami mohon kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jalan ini, kami sangat membutuhkan jalan yang layak untuk bekerja setiap hari,” pinta Erik dengan nada kesal.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!