Ternate, Maluku Utara, 20 Mei 2025 – Siang itu di Polda Maluku Utara, polisi mulai berjaga di pintu gerbang masuk, menunggu puluhan massa aksi yang hendak menuju kantor mereka. Kedatangan demonstran kali ini rupanya merupakan kabar buruk yang datang dari belahan bumi Halmahera.
Dari kejauhan, suara massa terdengar bagai alat-alat berat yang siap menghancurkan hutan rimba. Ribuan mata aparat mulai tertuju pada derap kaki melangkah massa aksi, memantau jalannya demonstrasi.
Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat telah sampai pada titik aksi. Mereka langsung membentangkan spanduk yang bertuliskan,” Bebaskan 11 masyarakat Adat dan hentikan aktivitas pertambangan di Maluku Utara.”
Di tengah kepungan hujan, para demonstran juga sempat membakar ban sehingga memicu saling dorong dengan aparat kepolisian. “Kase kaluar 11 warga itu, dong pe keluarga tunggu pa dong dirumah sana,” ungkap salah satu massa aksi saat saling dorong dengan aparat.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!