Sementara itu, pantauan media di lokasi menunjukkan bahwa ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Salah satu warga, Anto, harus pasrah akibat rumahnya yang berdinding papan terendam air. Tiga anaknya pun terjebak di dalam rumah dan belum dievakuasi.
Asirah bocah kelas 4 SD, anak dari Anto menceritakan bahwa air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 06.00 Wit pagi. Ia bersama dua adiknya terpaksa tidak berangkat sekolah karena akses keluar rumah tertutup banjir.
“Saya dan dua adik terkurung di dalam rumah. Seragam sekolah saya gantung, kasur sudah kami angkat ke atas. Air mulai masuk sejak jam enam pagi,” cerita Asirah.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada evakuasi maupun penanganan yang dilakukan Pemda Kepulauan Sula. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!