Arfiana Pora, salah satu warga RT 05 Desa Fogi, mengungkapkan bahwa banjir kali ini berbeda dari sebelumnya. Biasanya hanya berupa air hujan, namun berbeda dengan kejadian kali ini, di mana air banjir bercampur dengan lumpur dan material lain dari pegunungan.
“Genangan air kali ini bukan hanya dari hujan biasa, tapi sudah bercampur dengan lumpur dari atas gunung. Rumah yang paling parah terdampak sekitar 20 unit,” ujar Arfiana saat ditemui di lokasi.
Ia juga mengatakan bahwa pada kejadian banjir sebelumnya, pihak pemerintah desa sempat turun langsung untuk mendata rumah-rumah warga yang terdampak. Namun, hingga pukul 06.00 Wit pagi, belum ada petugas yang terlihat memantau situasi di lapangan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!