Olehnya itu, ia meminta Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk lebih serius dalam menangani persoalan tapal batas tersebut. “Saya minta keseriusan dari pemerintah daerah terkait masalah ini,” tambahnya.
Menurut Junaidi, ketidakjelasan batas desa dapat memicu konflik, seperti yang terjadi di Obi. “Dari segi anggaran tidak banyak yang dibutuhkan. Hanya sekitar 3 sampai Rp 4 miliar untuk menyelesaikan masalah ini. Tidak perlu menunggu situasi memburuk seperti yang terjadi di Obi untuk bertindak,” tegasnya.
Ia juga menyentil lambatnya proses penyelesaian tapal batas oleh Pemda. Menurut keterangan dari Kabag Pemerintahan, pengusulan tapal batas hanya akan diterima sampai akhir tahun ini. “Jika lewat dari tahun ini, pengusulan tapal batas desa sudah tidak bisa lagi. Jadi sangat penting fokus pada anggaran ini agar semua desa mendapatkan status yang jelas,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!