Selain itu kata Kepsek, proses belajar mengajar di SDN Bobong juga menggunakan pembagian waktu, yakni pagi dan siang hari. “Jadi kelas 1, 2 , 3 dan 4 masuk pag, sementara kelas 5 dan 6 masuk siang, pembagian waktu ini kami lakukan karena ruang kelas tidak cukup, sebelum kerusakan itu ada 7 RKB tapi setelah rusak ini tinggal 3 RKB makanya kami pakai sistem bagi waktu,” terangnya.
“Saya berharap semoga segera ada perhatian dari pemerintah daerah dan bangunannya cepat diperbaiki biar proses belajar mengajar kembali normal seperti biasanya,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, Haruna Masuku saat dikonfirmasi terkait kondisi gedung SDN Bobong, dirinya mengatakan bahwa kerusakan tersebut murni akibat dari bencana alam sehingga itu menjadi kewenangan BPBD.
“Kalau di Dinas ini terkecuali nanti di anggaran perubahan boleh baru kami bisa perbaiki karena saat ini kami tidak punya anggaran untuk perbaikan itu. Kemudian kerusakan itu kan murni terjadi karena bencana jadi itu akan dikerjakan melalui BPBD menggunakan anggaran tanggap darurat,” ungkap Haruna.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!