Menurutnya, jika dalam pelaksanaannya, BPJN mengalami keterbatasan anggaran maka penting untuk mengutamakan desain fisik jalan yang harus berbentuk ‘punggung kura-kura’ guna menghindari genangan air berujung jalan terkikis/rusak ketika musim hujan tiba.
Selain drainase, anggota DPD RI asal Maluku Utara ini juga menyinggung soal kekurangan fasilitas perlengkapan di jalan nasional yang dibangun BPJN, misalnya lampu penerang sepanjang jalan, marka jalan, pagar pengaman di tikungan/jurang, dan lainnya. Pada banyak titik di ruas jalan nasional, fasilitas penunjang ini masih terbilang minim. Padahal, ini kebutuhan penting untuk mendukung pemanfaatan ruas jalan nasional bagi warga, baik untuk memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan, serta meminimalisasi risiko kecelakaan.
Begitu juga sepanjang titik jalan nasional yang melewati perkampungan, hampir tidak ditemukan trotoar. Hal ini kata dia, sangat berbahaya apalagi konstruksi jalan nasional tersebut yang lurus dan panjang. Kecepatan yang tidak diatur, karena ketiadaan marka jalan, membuat potensi kecelakaan kian terbuka. “Khusus untuk marka jalan dan lampu jalan, saya telah meminta agar pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Maluku Utara untuk segera menyediakannya dan berkoordinasi dengan Balai PPJN Maluku Utara,” ujarnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!