Jeritan Nelayan Ternate : Selain Jatah BBM Dikurangi juga Terganggu dengan Nelayan dari Luar

Ternate, Maluku Utara – Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan salah satu kebutuhan nelayan saat mengoperasikan alat tangkap mereka. Dengan ketersediaan BBM, maka nelayan dapat leluasa melaut untuk mencari nafkah. Dengan kata lain, selama beroperasi di laut, nelayan tak terpisahkan dari BBM.

Di Ternate, Maluku Utara, salah satu koperasi nelayan mengeluhkan kendala BBM. Adalah Koperasi Perikanan Bubula Ma Cahaya di Kelurahan Jambula, Kecamatan Ternate Pulau.

BACA JUGA  Soal Proyek Swakelola, DPRD Malut Agendakan Panggil Kadis PUPR Pekan Depan

Ketua Koperasi Bubula Ma Cahaya, Rahman Rasyid, saat disembangi Haliyora.id, Rabu (15/01/2025) lalu mengatakan, jumlah anggota koperasi nelayan yang dipimpinnya ini berjumlah 20 orang dengan 10 unit armada tangkap berkapasitas 3-5 Gross Ton (GT).

Rahman mengungkapkan, kuota BBM bersubsidi untuk Koperasi Bubula Ma Cahaya yang dipasok PT Siantan sebagai distributor sebanyak 13.500 liter per bulan. Kuota ini sesuai yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate.

BACA JUGA  Maling Merajalela, Camat Morotai Timur Minta Warga 'Ronda Malam'

Dalam pengaturannya, DKP memberlakukan pengambilan jatah BBM berdasarkan perorangan atau kelompok. “Jadi untuk ambil BBM bisa secara perorangan atau kelompok, tergantung kebutuhan nelayan,” jelasnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah