Ia mengatakan, sudah pernah mengambil inisiatif sendiri untuk menebang pohon tersebut dengan menyewa tukang kayu Rp 1,5 juta. Tapi ada warga yang bilang pohon itu milik pemerintah dan tidak bisa ditebang sembarangan.
“Tong bapikir pohon ini kan dia bisa kase bahaya pa tong kalo tara potong, makanya tong upaya potong supaya torang juga merasa aman, karena pernah pohon itu pe cabang pernah pata kong kase patah tong pe pagar,” paparnya.
Eni meminta kepada DLH segera menebang pohon tersebut untuk mengantisipasi jangan sampai tumbang dan memakan korban.
“Jadi tong mau DLH dong potong sudah, tong tako jang sampe anak-anak dong barmaeng pas cabang pata kong dapa pa dorang,” pintanya.
Terpisah, Kepala DLH Kota Ternate, Muhammad Syafei, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2025), mengatakan kebutuhan dan tuntutan terkait dengan masalah pohon cukup banyak, dan jenis pohon yang disampaikan didominasi oleh pohon besar jenis trembesi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!