“Ingat Sultan kami tidak kalah dalam pertarungan Pilgub Maluku Utara tahun 2024 hanya saja sultan kami dicurangi dan dipecundangi,” ujarnya lantang.
Senada dengan itu, Wan, salah satu orator lain menyebut pihaknya tidak menerima hasil keputusan Pilgub Maluku Utara oleh KPU lantaran Pilkada Malut penuh kecurangan dan intervensi. “Kami tidak rela dipimpin oleh Sherly dan Sarbin karena awal kemenangan penuh dengan kecurangan,” sebutnya.
Dari amatan wartawan, aksi demonstrasi ini terus berlangsung hingga pukul 15.00 Wit, massa yang menggunakan dua mobil pick up terus bergantian berorasi di depan Kantor Bawaslu Maluku Utara. (Riv/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!