Tantangan dan Kompetensi yang Diharapkan
Abdul Kadir Usman menegaskan bahwa tantangan utama dalam Diklat ini bukan hanya sekadar menyusun program perubahan, namun juga memastikan bahwa program tersebut berjalan efektif dan efisien.
Untuk mencapai tujuan tersebut, para peserta Diklat diharapkan mampu mengembangkan beberapa kompetensi kunci, di antaranya:
- Integritas dan Etika Publik: Peserta harus mampu menunjukkan karakter yang kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai etika, serta bertanggung jawab dalam memimpin unit instansi.
- Penerjemahan Visi dan Misi: Kemampuan untuk menjabarkan visi dan misi instansi ke dalam program-program yang terukur dan dapat diimplementasikan.
- Kolaborasi: Mengelola program dengan melibatkan kerjasama internal dan eksternal demi mencapai efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program.
- Inovasi: Peserta diharapkan dapat menciptakan inovasi yang relevan dengan tugas dan fungsinya, sehingga program-program yang dijalankan mampu memberikan dampak yang nyata.
- Optimalisasi Sumber Daya: Memaksimalkan potensi sumber daya internal dan eksternal untuk mendukung pelaksanaan kebijakan dan strategi instansi.
Dengan berbekal kompetensi-kompetensi ini, Abdul Kadir Usman optimistis proyek perubahan yang dirancang bersama timnya dapat menjadi program yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Maluku Utara, khususnya dalam bidang perumahan dan pemukiman.
Pelaksanaan Diklat Pim III ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan pejabat struktural di berbagai instansi.
Diharapkan, hasil dari proyek perubahan yang dihasilkan dari pelatihan ini mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja pemerintahan, terutama dalam bidang-bidang yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!