“Hal ini tentu sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat, bahkan dapat mengancam keselamatan warga karena dipaksa untuk melewati jalan itu,” singgungnya.
Dia menambahkan, sebelumnya warga di Oba Selatan telah melakukan aksi yang sama menuntut pemerintah agar mengatasi persoalan jalan ini, namun tidak ada respon yang baik.
“Bukan ditindaklanjuti, tetapi sebaliknya warga malah merasa diasingkan oleh Pemprov Malut karena tidak ada efek jerah,” tandasnya. (RS/Red1)
Berikut 5 poin penting yang menjadi tuntutan warga Oba Selatan :
- Pemprov Malut segera bertanggung jawab atas jalan Payahe-Nuku
- Dinas PUPR Malut harus terbuka kepada publik terkait anggaran proyek jalan di Oba Selatan
- Pemprov Malut segara hadirkan PT. Hijrah dan Intim Karya
- Segera alihkan status jalan Kecamatan Oba Selatan dari provinsi ke nasional
- Segera bangun kembali jembatan yang rusak di Kecamatan Oba Selatan

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!