Kendati jaksa KPK telah membeberkan data-data serta nama dan aliran uang yang tertera dalam BAP, namun Purbaya mengaku dia tidak mengenal Irwan Djaga. Kata dia, yang mengenal kontraktor bernama Irwan Djaga adalah sekretarisnya yaitu Sulik Yayat.
Ahmad Purbaya mengatakan, AGK meminta uang kepadanya. Dia dan Sulik Yayat lalu meminta ke kontraktor bernama Irwan Djaga.
Jaksa lalu berupaya menanyai Purbaya dengan penjelasan bahwa Irwan Djaga merupakan kontraktor atau rekanan yang mengerjakan gedung asrama BPKAD, Purbaya tegaskan bahwa itu diminta oleh Sulik bukan dia.
Dia mati-matian akui tak mengenal Irwan Djaga. Nama Irwan baru diketahuinya dari Yayat bahwa yang mengerjakan proyek asrama BPKAD adalah Irwan.
Purbaya juga mengungkapkan permintaan uang fee proyek dinasnya dari AGK, dia berikan sesuai kebutuhan yang diminta oleh AGK, yaitu Rp 300 juta dan pengambilan kedua dari Irwan Djaga sebesar Rp 200 juta.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!