Daruba, Maluku Utara– Ratusan mahasiwa Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus memprotes kebijakan pemerintah daerah serta mahalnya biaya kuliah.
Aksi protes itu dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Pasifik Pulau Morotai, Senin (29/7/2024).
Aksi ini bagian dari kekecewaan mahasiswa karena menilai pihak kampus dan Pemerintah Daerah Pulau Morotai telah membohongi terkait biaya pendidikan gratis. Dimana, pihak kampus telah mengeluarkan Surat Edaran nomor : 282/A/UNIPAS.BUK/PA/2024 tertanggal 15 Juli 2024 bahw, berdasarkan surat perjanjian kerjasama nomor : 400.3.1/36/PKS/PM/VIII/2023, antara Pemda dengan Unipas Morotai tentang bantuan biaya pendidikan. Bahwa Pemda hanya mengcover khusus untuk pembiayaan SPP bagi mahasiswa semester 1 sampai dengan semester 8.
Kebijakan tersebut tentu merugikan mahasiswa semester 9 dan seterusnya yang diwajibkan membayar SPP secara mandiri berdasarkan surat pemberitahuan Nomor : 213/B/UNIPAS WRII/PB/2024, Tentang pemberitahuan mekanisme penyaluran dana akhir studi bagi mahasiswa secara kolektif dari UNIPAS ke pemerintah Daerah untuk itu biaya akhir studi juga dibayarkan secara mandiri ke rekening Universitas Pasifik.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!