LSM Hingga Akademisi Soroti Dugaan Pungli di SMAN 1 Halmahera Tengah

Selaku akademisi, Sahril menyarankan kepada pihak sekolah apapun alasanya apakah alasan pertimbangan dan kebutuhan namun juga perlu dilihat dari kondisi ekonomi masyarakat di Halteng kendati daerah tersebut dikenal dengan tambangnya. Begitu juga pemerintah punya kewajiban 

sesuai ketentuan-ketentuan UU untuk memfasilitasi sarana pendidikan yang layak dan selaras. Untuk itu, Sahril meminta Dikbud Maluku Utara agar mengevaluasi kembali kepala sekolah SMAN 1 Halteng terkait manajemennya.

BACA JUGA  Kena PHK, Ratusan Karyawan PT. MKA di Halmahera Timur Tuntut Bayar Sisa Gaji

“Tergantung dari tata kelola manajemen sekolah yang betul-betul berbasis pada kondisi riil di sekolah dengan pertimbangan keadaan ekonomi masyarakat, jadi kepala sekolah dan staf guru harus melihat pertimbangan pada kondisi sosial ekonomi bukan mengukur apa yang ada di sekolah agar bisa terpenuhi dengan sarana prasarana kita bebani masyarakat terlalu berat, itu menjadi tantangan kita, saya kira visi masa depan akan datang malah digratiskan tidak lagi ada sarana prasarana, ini sudah ditanggulangi oleh pemerintah,” pungkasnya. (RJ/Red)

BACA JUGA  Pelaksanaan Vaksinasi di Tidore pada 18 Januari Dimatangkan
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah