Pelaksanaan Vaksinasi di Tidore pada 18 Januari Dimatangkan

Tidore, Haliyora

Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Rapat dilaksanakan di Aula Sultan Nuku, Jumat (15/1/2021).

Bacaan Lainnya

Sebagai salah satu daerah prioritas pelaksanaan vaksinasi di Maluku Utara, Pemkot Tikep menjadwalkan pencanangan vaksinasi  pada 18 Januari 2021 dengan jumlah vaksin sinovac sebanyak 2.254 dosis.

Walikota dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 merupakan program kesehatan berdasarkan instruksi Presiden kepada daerah untuk ditindak lanjuti dengan harapan dapat menekan korban jiwa, karena vaksin Virus Covid-19 dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Ali Ibrahim juga menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan agar selalu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta selalu menerapkan hidup sehat.

“saya harap masyarakat tetap memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan sabun sesuai dengan protokol kesehatan, dan tiap pagi berjemur di bawah matahari, berlaku juga untuk kendaraan yang akan dipakai dan kurangi penggunaan AC,” kata Ali Ibrahim saat diwawancarai wartawan usai rakor, Jum’at (15/01/2021).

Pantauan Haliyora, pimpinan daerah Tikep yang hadir pada rapat Koordinasi tersebut antara lain, Dandim 1505/Tikep, Kapolres, Kajari Tidore, dan Ketua Pengadilan Agama yang dalam pertemuan tersebut menyatakan kesiapan mereka untuk ikut mensukseskan program vaksinasi Covid-19 mulai dari pengamanan serta siap divaksin.

Dalam Rakor itu juga dihadirkan tiga dokter sebagai nara sumber. Yakni dr.  Rosita Alkatiri, M. Kes (Kepala Bidang P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Fadilah Sudin (dokter Spesialis Ahli Dalam) RSUD Kota Tidore Kepulauan, dan dr. Rahayu sebagai dokter spesialis anak.

dr. Rosita AlKatiri menjelaskan, tahap pertama  divaksin adalah Petugas Kesehatan sebagai prioritas, dan penyuntikkan vaksin ini akan berlangsung dua kali. “Saya sendiri sudah divaksin dan alhamdulillah sampai saat ini saya masih baik-baik saja” tutur Rosita.

Sementara Dr. Fadilah Sudin menyampaikan, pemberian vaksin akan melalui beberapa tahapan kesehatan termasuk screening kepada calon penerima vaksin, karena ada pula beberapa penyakit yang diderita tidak dapat diberikan vaksin.

Ada pun dr. Rahayu sebagai dokter spesialis anak mengkonfirmasi tentang keamanan dan kefektivan dari vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah melalui tahap penelitian, baik di Indonesia maupun di beberapa negara lain.

”Pentingnya pemberian vaksin agar tercipta kekebalan atau imunitas hingga 70 persen yang dapat melindungi dan mencegah penyebaran Covid-19,” terang Rahayu.

Usai mendengar penjelasan dari tiga nara sumber tersebut, Kepala Pengadilan Agama Tidore, Dacep Burhanuddin mengatakan bahwa program vaksinasi Covid-19 merupakan kebijakan pemerintah untuk kebaikan masyarakat dan bertujuan untuk menyehatkan masyarakat.

“Progaram vaksinasi Covid-19 adalah kebijakan pemerintah yang pasti untuk kebaikan seluruh masyarakat dengan tujuan menyehatkan masyarakat, untuk itu saya sangat mendukung program vaksinasi ini,  apalagi vaksin Covid-19 Sinovac ini sudah memiliki setifikat Halal dan suci dari MUI, untuk itu jangan diragukan lagi. Dan saya sendiri siap untuk divaksin,” kata Dacep. (Ata-1)

Pos terkait