Halsel, Haliyora
Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) memberikan bantuan Hunian Tetap (Huntap) dengan biaya Rp 94 miliar bagi masyarakat Halsel yang terdampak Gempa Magnitudo berkekuatan 7,2 pada Tahun 2019.
Bantuan Huntap untuk kategori rusak ringan per unit rumah sebesar Rp 10 Juta (rehab), rusak sedang per rumah Rp 25 Juta, Rusak Berat per rumah Rp 50 Juta.
Meski begitu, sejumlah warga mengeluhkan kostruksi bangunan rumah mereka yang baru direhab atau dibangun baru itu. Pasalnya konstruksi bangunan yang dibangun menggunakan konstruksi baja, sehingga penghuni rumah hampir tidak dapat menempatinya lantaran panas.
Safrudin, salah satu warga penerima bantuan, kepada Haliyora mengatakan sebagian besar warga penerima bantuan yang tersebar di beberapa kecamatan mengeluhkan panasnya rumah mereka yang baru direhab.
“Sama denga tong tinggal dalam oven. Panasnya minta ampun,” keluh Safrudin yang warga Gane barat Selatan itu via telpon, Jum’at (15/01/2021).
Kata Safrudin, rumah mereka yang dibangun dari bantuan BNPB dan BPBD itu terpaksa tidak ditempati,” lantaran panas.
“Saya dan sebagian warga penerima bantuan Huntap tidak lagi menempati rumah itu, torang kosongkan, tapi sebagian warga lain terpaksa menerima keadaan apa adanya dan memilih bertahan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, rumah yang dibangun berukuran luas 6×6 M, dan tinggi 3,5 M. Ia menilai pihak perancang tidak mempertimbangkan kondisi iklim dan cuaca daerah atau lokasi.
“Kami anggap ini bantuan rumah “Oven”. Sebab panasnya minta ampun kalau siang hari,” ungkap Safrudin.
Kata Safrudin, bahwa bantuan Huntap kategori rusak berat itu ukuran 6×6 tinggi 3,5 Meter/unit Rp 50 Juta dibangun tidak sesuai dengan kondisi geografis wilayah Halsel, “kami anggap ini bantuan rumah oven, panasnya minta ampun ketika di siang hari,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Selasa (12/01/2021), Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Halsel Rahmat Kamarullah mengkonfirmasi bahwa pekerjaan rusak berat dikerjakan pihak kontraktor PT. Jera Bangun Persada, sedangkan rusak ringan dan sedang dikerjakan kelompok masyarakat (Pokmas), bahkan BPBD Halsel juga bekerja sama dengan Fakultas Teknik Unkhair sebagai tenaga teknis lapangan. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!