Setidaknya terdapat lima jenis pohon yang ditanam, yakni; anakan pohon Nangka, Sukun, Titi, Gomu, serta Bambu Tui.
Kata dia, sejauh ini telah ditanami sekitar 200 anakan pohon. Masih ada tersisa 200 bibit lagi dalam proses penanaman di dalam Kawasan Hutan Musik.
“Di Maluku terutama Ambon, kita biasanya membuat alat musik dari pohon-pohon, seperti pohon bambu itu untuk membuat alat musik suling sementara tifa dan rebana itu dari pohon Titi,” sebut Hendrik.
Selain itu juga, telah dibangun jalan setapak sepanjang 130 meter yang dijadikan tempat pijakan pengunjung untuk mencapai puncak Hutan Musik. Tak hanya itu, bantuan dana dimaksimalkan Penerima Bantuan untuk membangun instalasi air bersih, tandon dan pompa di sekitar kawasan. Pembangunan rumah dusun atau yang disebut dalam dialek lokal ‘Walang’ pun tidak terlupakan. Setidaknya tiga Walang yang dibangun, masing-masing dengan fungsinya. Dua Walang pertama dijadikan sebagai tempat peristirahatan, kemudian Walang ke- 3 yang berada di puncak Hutan Musik direncanakan akan digunakan sebagai wadah pembuatan alat musik dan tempat gelaran konser.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!