Muhammad Senen bilang, alasan Morotai dijadikan titik awal konsolidasi partai juga karena dilihat dari berbagai faktor, baik ekonomi, tatanan budaya, agama, pemerintahan hingga pemahaman masyarakat mengenai politik.
Di sisi keagamaan misalnya, lanjut dia, umumnya masyarakat cenderung didoktrinisasi dengan membenturkan agama dengan PDIP padahal pada intinya PDIP tidak begitu. Buktinya, banyak sekali politisi dari PDIP dengan latar belakang yang berbeda-beda keyakinan mulai dari kyai, ustad, mubaligh, pastor dan pendeta hingga para intelektual dari berbagai agama di Indonesia.
“Misalnya ada yang bilang bahwa jangan ke PDIP karena PDIP partai seperti ini. Nah ini yang harus diluruskan. Saya mau mengajak teman-teman politisi di Morotai mari kita duduk satu meja, karena kita cari pertama bukan bagaimana kita harus mendapatkan kursi. Tapi yang paling utama adalah dalam kerja politik itu harus diberikan pemahaman politik yang baik terhadap pemilih, kalau kita tidak lakukan maka cara berpikir masyarakat Morotai seperti ini terus,” ujarnya.
“Ini yang DPD PDIP mengambil langkah untuk turun konsolidasi di Pulau Morotai agar bisa merubah cara berpikir masyarakat Morotai,” sambung Muhammad Senen.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!