“Jadi ada staf yang memiliki posisi strategi sehingga kalau diganti sudah pasti memiliki resiko, dan yang bersangkutan memiliki pengetahuan pada posisi itu karena sudah dilatih cukup lama,” katanya.
Selain itu, Samsuddin juga mengaku ada teknis pengkajian yang dilewatkan sebelum para pejabat ini dilantik. “Biasanya ada pengkajian tapi untuk yang kemarin agak sedikit terlewatkan,” akuinya.
Polemik pergantian pejabat ini juga diakui oleh Samsuddin menuai sorotan publik. “Karena ada yang diganti itu sementara jadi PPK, ada juga yang ikuti Diklatpim III. Itu semua menjadi pertimbangan gubernur,” tandasnya. (RS-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!