Dia juga berharap Apdesi Halsel berperan aktif mendukung kepentingan setiap desa dalam melakukan pengurusan di Ibukota kabupaten.
Saran lain juga datang dari Ketua harian Komunitas Masyarakat Bajo (KMB) Halsel, Wahila Rasai. Wahila meminta kades harus transparansi dalam pengelolaan dana desa demi kepentingan rakyat.
“Kalau kades kelola dana desa secara transparansi maka dipastikan tidak ada masalah,” pinta Wahila.
Mendapat saran dari forum rapat itu, Sekretaris Apdesi, Suaib Yunus pemandu rapat berjanji akan menyampaikan masukan dan saran itu pada rapat internal Apdesi untuk dibahas dalam rakerda.
Mengenai saran agar kades tidak lagi melakukan pinjaman ke rentenir, Ketua Apdesi, Iswadi Ishak menambahkan, agar menghindari hal ini, solusinya adalah kesepakatan bersama soal uang iuran bulanan. Iuran ini nantinya dikumpulkan setiap bulan oleh para kades setelah pencairan anggaran desa namun tentunya akan dikoordinasikan kembali dengan seluruh kades di Halsel.
“Uang kas ini bisa jadi solusi biar kalau ada kekurangan atau kebutuhan kades bisa langsung ke Apdesi untuk pakai uang kas Apdesi tidak lagi ke rentenir dengan bunga yang pinjaman yang besar,” terangnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!