Ini Sebab Penanganan Stunting dan Pengentasan Kemiskinan Lamban di Malut 

Kondisi geografis wilayah terdiri dari pulau-pulau yang tersebar, sementara ekonomi industri hilirisasi industri yang belum optimal, masih kurangnya ketersediaan rumah layak huni dan sanitasi serta air bersih dan jamban sehat

Asrul Gailea (Asisten III Kantor Gubernur Maluku Utara)

Sofifi, Maluku Utara- Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melaporkan, berdasarkan data terakhir tahun 2022, persentase penduduk miskin di wilayah Maluku Utara yang tersebar di 10 kabupaten/kota tercatat sebanyak 6,23 persen.

Ada pun persentase penduduk miskin menurut kabupaten/kota, yakni untuk Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) dan Halmahera Tengah (Halteng) berada diatas persentase penduduk miskin Maluku Utara yakni 6,23 Persen.

BACA JUGA  Kapolda Malut Kunker ke Halsel Pekan Depan

Sementara secara keseluruhan persentase penduduk miskin di Maluku Utara masih berada di bawah persentase nasional yakni 9,54 persen. 

Laporan ini disampaikan Pemprov Maluku Utara dalam rapat teknis bersama Menko PKM dalam rangka percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Maluku Utara, secara daring bertempat di Kediaman Gubernur di Ternate, Rabu (29/3/2023).

BACA JUGA  BKD Pulau Morotai Umumkan Hasil Seleksi PPPK Tahap II

Asisten III Kantor Gubernur Maluku Utara, Asrul Gailea yang mewakili Gubernur Abdul Gani Kasuba memaparkan, untuk tingkat kemiskinan ekstrim di Maluku Utara pada Maret 2022 yaitu 14.333 ribu jiwa, terdiri dari Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) sebanyak 1.34 persen, Halmahera Tengah (Halteng) 2,04 persen, Kepulauan Sula (Kepsul) sebanyak 0,00 persen, kemudian Halmahera Selatan (Halsel) 1,10 persen, dan Halmahera Utara (Halut) 0,70 persen.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah