Ini Sebab Penanganan Stunting dan Pengentasan Kemiskinan Lamban di Malut 

Berikutnya untuk Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) sebanyak 3,82 persen, Pulau Morotai 0,22 persen, sementara Pulau Taliabu 0,22 persen, lalu Kota Ternate 0,21 persen dan Kota Tidore Kepulauan 1,32 pesen.

Untuk angka prevalensi stunting, lanjut Asrul, jika dilihat dari kurun waktu dua (2) tahun terakhir yakni tahun 2021 dan 2022 yaitu, untuk 

Halbar pada tahun 2021 sebanyak 30 persen, sedangkan pada tahun 2022 turun pada angka 23,9 persen. Untuk Haltim pada tahun 2021 yaitu 32,7 persen sedangkan pada tahun 2022 turun menjadi 32,3 persen.

BACA JUGA  Gubernur Malut Akui RSUD Sofifi dan RSJ Minim Fasilitas

Halteng pada tahun 2021 yakni 29,1 persen sedangkan pada tahun 2022 naik menjadi 32,2 persen. Halut pada tahun 2021 yakni 27,5 persen, namun pada tahun 2022 turun menjadi 24,9 persen. Halsel pada tahun 2021 yaitu 33,7 persen, sementara tahun 2022 turun menjadi 31,4 persen. 

Selanjutnya Kepulauan Sula pada tahun 2021 yakni 27,7 persen sedangkan pada tahun 2022 naik menjadi 28,5 persen. Kota Ternate tahun 2021 yaitu 24 persen sedangkan di tahun 2022 turun menjadi 17,7 persen.

BACA JUGA  Begini Langkah Polresta Tidore Atasi Peredaran Miras di Wilayahnya
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah