Kapal Tanker Tabrak Nelayan di Ternate, DPRD Desak APH Ungkap Dugaan Kelalaian

Ternate, Maluku Utara – Insiden kecelakaan laut yang menimpa nelayan di pesisir Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, setelah diduga ditabrak kapal tanker pengangkut bahan bakar minyak (BBM), menuai sorotan dari DPRD Kota Ternate.

Aparat penegak hukum (APH) diminta segera mengusut penyebab kejadian tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Ade Rahmat Lamadihami, menyampaikan keprihatinannya dan menilai insiden ini mencerminkan lemahnya pengawasan aktivitas pelayaran di wilayah yang juga menjadi ruang tangkap nelayan.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. “Kami sangat menyayangkan insiden kapal tanker yang menabrak perahu nelayan saat mereka melaut. Ini bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyangkut keselamatan nelayan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir,” katanya, Jumat (17/4/2026).

BACA JUGA  Rekomendasi SPBU Buka 24 Jam “Tatono” di DPRD Kota Ternate

Ia menegaskan, keselamatan nelayan harus menjadi prioritas. DPRD mendesak otoritas pelabuhan, dinas perhubungan, serta aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan. “Kami meminta penyebab kejadian ini diungkap secara jelas agar ada kepastian hukum sekaligus langkah pencegahan ke depan,” ujarnya.

DPRD juga meminta perusahaan atau operator kapal tanker bertanggung jawab atas kerugian nelayan, termasuk perbaikan atau penggantian perahu yang rusak serta kompensasi atas dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Menurut Ade, kejadian ini harus menjadi evaluasi serius terhadap sistem pengawasan lalu lintas laut, khususnya di wilayah yang menjadi jalur aktivitas nelayan. Ia menekankan pentingnya penataan jalur pelayaran agar tidak berbenturan dengan area tangkap nelayan.

BACA JUGA  Komisi II Nilai Rencana Pemkot Ternate Rekrut Guru Honor Bakal Bermasalah

“Jangan sampai ruang tangkap nelayan justru menjadi area berbahaya bagi mereka,” kata dia.

Ke depan, lanjut Ade, Komisi II DPRD Kota Ternate berkomitmen mendorong penguatan regulasi dan pengawasan di sektor maritim, termasuk penataan jalur pelayaran dan peningkatan perlindungan bagi nelayan kecil.

Ia juga menghimbau semua pihak menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada mekanisme hukum yang berlaku, dengan tetap memastikan hak-hak nelayan terlindungi.

Sebelumnya, insiden terjadi pada Kamis (16/4) sekitar pukul 23.38 WIT. Kapal tanker bernama Adria diduga menabrak perahu nelayan yang tengah memancing di perairan tersebut.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah