Pembangunan RSUD Ternate Dihadang DPRD, Pemkot Siapkan Alternatif Lain

“Jadi kalau dilihat nilai pengembaliannya dari APBD saja memang berat, itu berarti bahwa dianggap rumah sakit tidak berjalan ketika sudah beroperasi, padahal tidak. Kalau RSUD ini sudah beroperasi kan pasti ada pemasukannya, jadi nanti disetor kemudian dilakukan pengembalian,” tanggapnya.

Chairul menyebutkan, selain menolak nilai investasi yang ditawarkan PT WIKA, DPRD juga menolak Rancangan Peraturan Daerah tentang pembangunan RSUD. Padahal Pemkot Ternate saat ini masih intens melakukan komunikasi dengan PT WIKA. 

BACA JUGA  Dugaan Pungli di Kawasan Larangan Parkir Menguak, Ombudsman ‘Warning’ Pemkot Ternate

Lanjutnya, kendati nilai investasi yang ditawarkan WIKA ditolak, akan tetapi sampai saat ini, nilai investasi tersebut tetap sama dan tidak mengalami perubahan sesuai acuannya pada studi kelayakan, bahwa pembangunan RSUD Ternate memang layak dibangun. 

“Tinggal menunggu Perda saja, soal lanjut atau tidak tergantung Walikota, tapi ada baiknya didasari dengan Perda supaya ada harmonisasi antara Pemkot dan DPRD,” tukasnya.

BACA JUGA  Pelantikan Sekkot Ternate Tunggu Rekomendasi KASN 

“Jadi mungkin karena penolakan DPRD itu bukan hanya saja pada nilai investasi, tapi bisa saja mungkin mengganggu program lain. Tapi kalau terus melakukan penolakan bahwa rumah sakit itu butuh dibangun atau tidak, maka kita akan membangun sekaligus, bukan secara bertahap,” tandasnya mengakhiri. (RUL-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah