Sahwan mengaku sejak awal pihaknya sudah mengikhtiarkan jika terjadi sesuatu saat perlombaan berlangsung, maka alternatifnya adalah lokasi STQ harus dipindahkan ke aula kantor Walikota Tikep. Karena kata Sahwan, kejadian seperti itu (anging puting beliung) sudah yang kedua kalinya terjadi, yakni seminggu sebelum kegiatan STQ dimulai dan hari tadi.
“Jadi jangankan di alam terbuka, pada tahun lalu yang digelar di masjid Miftahul Jannah saja panggungnya sampai roboh,” ungkapnya.
Sahwan juga mengakui tak bisa berbuat apa-apa dengan dengan pengalihan lokasi kegiatan STQ ini ke aula kantor Walikota, sebab tentu juga berdampak pada pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya di pantai Tugulufa.
“Padahal, dengan dilaksanakannya STQ di pantai Tugulufa, Pemkot Tikep berharap bisa berdampak pada penghasilan para pelaku usaha ini,” tandasnya. (RY-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!