Akui Punya Lahan 15 Hektar di Loleo, Wali Kota Tikep: Sudah Terdaftar di KPK

Tidore, Maluku Utara-Wali Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Capt Ali Ibrahim, mengakui memiliki tanah seluas 15 hektar di lokasi yang akan dibebaskan untuk pembangunan Bandara Loleo. Hal itu dikatakan saat diwawancarai Haliyora.id, Rabu (25/01/2023).

“Iya itu lahan pribadi. Saya beli waktu masih menjadi Syahbandar di tahun 2010. Lahan saya itu kurang lebih 15 hektar, tetapi yang lain belum balik nama. Aset lahan itu terdaftar di KPK,” akuinya singkat.

BACA JUGA  Pemkot Ternate Tagih Janji Pemprov Malut Bayar DBH

Sebelumnya telah diberitakan jika kepemilikan lahan Walikota Tikep di areal yang masuk kawasan pembebasan lahan Bandara Loleo juga diungkap oleh Kepala Desa Ake Tobololo, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tikep, Suleman Din kepada Haliyora.id.

Soleman juga mengakui bahwa lahan yang dijual masyarakat ke Pemprov Malut itu dengan harga 25 ribu rupiah per meter. “Harga ini juga telah disepakati para pemilik lahan,” tandas Suleman.

Pemerintah sendiri telah siap membangun infrastruktur Bandara Loleo. Pembangunan areal bandara yang dirancang bertaraf internasional itu dilaporkan membutuhkan lahan seluas 400 hektar.

BACA JUGA  IFAS Nilai Revisi RTRW Haltim Sarat Kepentingan Investasi

Bandara Loleo sendiri disebut-sebut bakal menjadi salah satu mega proyek mengingat jika sudah dirampungkan nanti, akan menjadi bandara terbesar di Indonesia timur.

Anggaran yang dibutuhkan pun cukup fantastis di angka kurang lebih 7-8 triliun rupiah dan itu dibiayai oleh Investor yang diproyeksikan berjalan selama delapan bulan. (RY-3)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah