Ternate, Maluku Utara- Meskipun kondisi cuaca di Maluku Utara akhir-akhir ini kurang bersahabat, namun aktivitas pelayaran kapal tetap dilakukan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMGK) Stasiun Baabullah Ternate melaporkan tinggi gelombang yang terjadi di perairan Maluku Utara sepekan terakhir mencapai 2,5 meter.
Kepala KSOP Kelas II Ternate, Capt. Alexander Seleng Allokendek, begitu dikonfirmasi, Rabu (04/01/2022), mengatakan memang ada beberapa daerah yang kondisi cuacanya kurang baik misalnya Pulau Morotai dan Pulau Obi, akan tetapi pihaknya memastikan aktivitas pelayaran tetap dibuka.
“Kami akan pastikan mengecek di lapangan, meskipun ada informasi terkait cuaca bahwa wilayah tujuan pelayaran tetap aman, kita tetap memantau terus di lapangan,” kata Aleksander.
Dikatakan, ada dua metode yang digunakan dalam memastikan cuaca, yaitu bersandar pada informasi BMKG dan visualisasi langsung yang dilakukan KSOP atau nahkoda kapal.
“Jadi kalau cuaca memungkinkan, maka diberangkatkan, tapi jika sebaliknya maka tidak diizinkan untuk berlayar,” ucapnya.
Aleksander menyebutkan, bahwa sampai hari ini KSOP Kelas II Ternate belum pernah melakukan penundaan keberangkatan kapal baik tujuan ke Morotai maupun Pulau Obi.
“Kami juga akan tetap intens melakukan pemantauan cuaca. Kami juga berkoordinasi dengan wilayah tempat tujuan, apabila bisa berlayar, maka diberikan untuk berlayar, tapi kalau tidak, berarti tidak bisa,” ungkap Aleksander.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kelaikan kapal yang akan diberangkatkan seperti life jacket maupun alat kelengkapan lainnya. “Kita lakukan ini untuk memastikan standar izin berlayarnya kapal,” tandasnya. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!