Tidore, Maluku Utara- Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindangkop-UKM) membagikan bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional kepada ribuan pelaku usaha di Tikep akibat naiknya bahan bakar minyak (BBM) beberapa bulan lalu.
Kepala Disperindangkop-UKM Tikep, Saiful Bahri Latif, dalam laporannya mengatakan bahwa pembagian bantuan pemulihan ekonomi nasional itu sebesar Rp 4,1 miliar dibagikan kepada 1.367 pelaku usaha di 81 kelurahan dan desa, minus 8 desa di daratan Oba. Ke 8 desa yang tak kebagian bantuan tersebut dikarenakan hingga batas waktu yang diberikan, desa-desa tersebut belum melaporkan datanya ke Disperindangkop UKM.
“Karena waktu mepet sehingga kami tidak turun melakukan pendataan langsung ke kelurahan desa agar memasukan data para pelaku usaha. Tapi delapan desa di daratan Oba tidak sempat menyampaikan datanya ke Disperindangkop,” terangnya, Selasa (27/12/2022).
Saiful menyebutkan, delapan desa di daratan Oba yang tidak memasukkan data pelaku usaha ke Disperindagkop UKM Tikep antara lain, Desa Akesai, Akeguraci, Beringin Jaya, Woda, Toseho, Selamalofo, Tagalaya dan Tadupi.
“Mereka bukan tidak dapat tetapi kepala desa yang tidak merespon permintan kami untuk masukkan data pelaku usaha,” ungkapnya.
Meski demikian, sambung Saiful, pada tahun 2023 nanti ada Dana Insentif Daerah (DID) untuk penguatan modal sehingga ia berharap, desa yang belum terakomodir bisa dimasukan di tahun 2023.
“Mudah-mudahan yang belum terakomodir di tahun ini bisa terakomodir pada tahun 2023 nanti. Saya juga berharap agar dana penguatan modal ini dapat membantu para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya,” harap Saiful. (YH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!