Sering Alami Banjir dan Longsor, Bupati Tinjau Fasilitas PT. Antam Site Marnopo

Maba, Maluku Utara- Bupati Halmahera Timur (Haltim), Ubaid Yakub, Minggu (4/112/2022) akhir pekan kemarin meninjau langsung area operasi PT. Antam Site Marnopo yang belakangan ini dikeluhkan warga karena menjadi langganan longsor maupun banjir ketika hujan lebat.

Dalam kunjugan tersebut, Ubaid di dampingi sejumlah pimpinan OPD dan pihak managemen PT. Antam serta dari PT. Nusa Karya Arindo (NKA). Rombongan ini memantau langsung sejumlah titik yang dianggap rawan banjir mapun longsor sehingga menyulitkan pengguna jalan karena sendimentasi tambang dan bebatuan yang meluber ke jalan raya.

Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Pemkab Haltim itu langsung memerintahkan pihak Antam untuk segera melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur pendukung berupa tanggul drainase maupun cek dump di area operasi perusahaan tersebut maupun di dekat jalan raya area Marnopo.

“Perbaikan harus dilakukan bukan saja di dekat jalan raya tetapi dari hulu hingga hilir, agar potensi kerawanan baik banjir maupun longsor bisa teratasi,” ujar Ubaid.

Kata Bupati Ubaid,, prioritas utama pemerintah daerah adalah menjamin keselamatan dan kenyamanan warga masyarakat Halmahera Timur saat melintasi ruas jalan tersebut, sehingga dirinya meminta agar pihak Antam benar-benar serius melakukan pengendalian potensi bencana sekecil apapun di area itu.

BACA JUGA  Tahapan Mulai Jalan, KPU Sula Ingatkan Peserta Pemilu 2024

“Saya minta kepada pihak perusahaan agar kita sama-sama menjaga keselamatan maupun kenyamanan warga, karena itu prioritas utama saya,” ungkapnya.

Bupati juga menyingung terkait sendimentasi yang kerap memenuhi laut di area Marnopo, sehingga meminta pihak perusahaan agar betul-betul memperhatikan pembenahan sehingga tidak berdampak pada ekosistem laut.

“Maka dari itu kita harus melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik di atas gunung hingga ke hilir, sehingga ekosistem laut benar-benar terjaga, karena menggangu aktifitas warga khususnya nelayan kita,” tegasnya.

Terpisah, Agung Adrianto, Direktur Operasi Nusa Karya Arindo (NKA) yang merupakan anak perusahan PT. Antam kepada wartawan mengatakan, langkah penanganan yang dilakukan pihaknya untuk jangka pendek yaitu akan melakukan perbaikan sejumlah tanggul maupun drainase serta perbaikan infrastruktur pendukung di area aktifitas penambangan.

“Sedangkan untuk jangka panjang kita rencananya akan membuat swering serta pengalihan ruas jalan menyusuri area pantai mulai dari ujung hingga dekat dermaga,” katanya.

BACA JUGA  Banjir Terjang Sejumlah Desa di Halsel, BPBD Ungkap Kendala Fasilitas

Dengan adanya pengalihan ruas jalan utama itu, pihaknya berharap agar warga tidak lagi terganggu dengan kegiatan penambangan yang dilakukan pihaknya sehingga keselamatan dan kenyamanan warga bisa terjamin.

“Sambil sendimentasi yang ada di laut kita sedot, itu komitmen kita PT. NKA sebagai anak perusahaan PT. Antam,” ungkap dia.

Dirinya mengakui pihaknya lalai dalam mendesain awal operasional karena tidak mempertimbangkan kondisi kecurahan dan topografi area tersebut sehingga berdampak pada melubernya sendimentasi saat hujan.

“Memang itu kelalaian kita tetapi kita akan melakukan perbaikan secara keseluruhan mulai dari hulu hingga hilir,” ucap Agung.

Sementara itu, untuk alitrase jalan, Pihak perusahaan mengaku akan melakukan desain dan konsultasi terlebih dahulu ke pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PBJN) wilayah Maluku Utara pada tahun ini dan untuk konstruksi direncanakan tahun depan.

“Kalau konstruksi kita perkirakan sekitar 8 bulan, saat ini kita masih tahap desain maupun konsultasi dengan balai,” pungkasnya. (RH-2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah