Ternate, Maluku Utara- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate melakukan lomba bertutur bagi siswa-siswi sekolah dasar dan madrasah Ibtidaiyah tingkat Kota Ternate.
Lomba tersebut dilakukan selama dua hari di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang dikuti 42 peserta.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Sofia M. Nur dalam sambutannya, Rabu (29/06/22), menyampaikan, bangsa besar adalah bangsa yang generasi penerusnya mempunyai karakter yang dibentuk melalui pola pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal.
“Ini mengacu pada pembelajaran, peningkatan moral dan intektual, ketrampilan serta kreatifitas dengan melibatkan peranan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, termasuk dalamnya upaya menumbuh kembangkan kegemaran membaca pada anak sejak usia dini,” ungkapnya.
Sofia menjelaskan, Undang-Undang 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Bab XIII pasal 48 (1) menyebutkan, bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembudayaan kegemaran membaca yang dapat dilakukan melaui tiga unsur, yakni keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat.
“Lomba ini dilakukan agar dapat mengembangkan kegemaran membaca dan menulis di kalangan anak dengan tujuan menumbuh kembangkan kegemaran membaca melalui kegiatan variatif, sehingga dapat meningkatkan kreatifitas mengolah dan menyampaikan,” jelasnya.
Mantan Sekwan Ternate itu juga menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai apresiasi dan motivasi terhadap pembudidayaaan kegemaran membaca melalui jalur sekolah tingkat awal.
“Dengan membawakan cerita rakyat daerah, diharapkan siswa-siswi lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya, serta lebih luas lagi menanamkan cinta akan kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan serta nasionalisme,” tuturnya.
Tidak hanya sampai di situ, Sofiah juga menginformasikan, pelaksanaan lomba ini akan berkelanjutan sampai pada tingkat provinsi. Untuk itu, ia berharap kepada anak-anak didik sebagai peserta lomba bertutur itu agar manfaatkanlah kesempatan ini sebaik mungkin, sehingga dapat menjadi duta dari sekolah masing-masing ke tingkat provinsi.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang dibuat oleh Dinas Perpustakaan ini. Bahkan menurut politisi Nasdem itu, bahwa kegiatan semacam ini harusnya lebih masif dilaksanakan di sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
“Saya berharap pada tahun 2023, kegiatan semacam ini harus lebih ditingkatkan, karena indeks pembaca dan kreatifitas untuk anak dan remaja serta pemberdayaan terhadap komunitas di Kota Ternate sangat lemah. Literasi di sekolah, di masyarakat dan komunitas masih sangat minim anggarannya. “Yang banyak justru problem anak dan remaja,” ucapnya.
Dikatakan, arah pembangunan Kota Ternate ke depan bukan hanya dari sisi pembangunan infrastrukturnya tetapi juga pembangunan sesuai visi misi ‘Ternate Andalan’ yang memang sinergis dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam rangka peningkatan sumber daya manusia.
“Kabupaten/kota ini kan punya kewenangan yang begitu besar terhadap bagaimana mencerdaskan anak-anak di level SD dan SMP. Untuk itu, lewat program ini dapat mendorong kreatifitas anak-anak,” ujarnya mengakhiri. (Wan-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!