Tidore, Maluku Utara- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Muhammad Sjarif mengatakan, produksi sampah di Kota Tidore mencapai 45 ton per hari.
Puluhan ton sampah itu kemudian diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Rum, Kecamatan Tidore Utara.
“Jumlah Itu belum mencakup keseluruhan produksi sampah dari masyarakat. Angka 45 ton itu baru dari produksi sampah rumah tangga yang dilayani petugas. Jadi belum secara keseluruhan,” ungkapnya, Senin, (31/01/2022).
Sementara, sambung Muhammad, armada yang mengangkut sampah di Kota Tidore hanya sembilan unit (mobil Amrol/pengangkut konteiner dan mobil dum truck/pengangkut sampah).
Dijelaskan, penanganan sampah di Kota Tidore dengan cara diangkut langsung menggunakan mobil truck ke masyarakat, dan mengangkut dari konteiner. Namun mulai dari Kelurahan Toloa sampai Rum diangkut menggunakan kaisar langsung ke TPA karena lokasinya dekat dengan TPA.
Meski begitu, menurut Muhammad, sarana penanganan sampah di kota Tidore masih kurang dan saat ini mendesak untuk ditambah sehingga dapat menagani masalah persampahan secara maksimal.
“Lagi pula armada pengangkut sampah yang kita miliki sekarang ini usianya sudah tua, rata-rata berusia 20 tahun, sehingga pengoperasiannya juga sudah terbatas. Saat ini hanya tiga kali beroperasi dalam seminggu. Bahkan menurut saya tidak layak dioperasikan lagi,” tandasnya. (Unu-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!