Ternate, Maluku Utara- Pernyataan Sekretaris DPD I Partai Golkar Maluku Utara Arifin Djafar beberapa waktu lalu di media massa mengundang banyak reaksi.
Setelah Sekretaris Kosgoro 1957 Moeis Djamin yang menyampaikan kritik kinerja partai Golkar yang dipimpin Alien Mus, kini Ketua Harian PDK Kosgoro 1957 M. Hasymi Saban mengutarakan penilaian senada.
Kepada Haliyora, Sabtu (8/1/2022), Hasymi menyampaikan, Golkar sebaiknya belajar untuk lebih terbuka terhadap dinamika politik yang kian berubah.
Mantan Anggota DPRD Kota Ternate 1999 – 2004 ini menyentil, agar Golkar tidak terjebak pada politik dinasti dan mengedepankan politik inklusif dan rasional.
“Memaksakan AHM dalam Pilgub merupakan wacana prematur dan subjektif,” ungkap Hasymi.
Menurut Hasymi, jika berkaca dari pengalaman, Golkar harus terbuka untuk mendorong kader yang lebih siap dengan track-record yang mumpuni. Ia menyebut, Edi Langkara (Bupati Halmahera Tengah) dan beberapa kader lainnya merupakan pilihan yang objektif dan mampu membawa Golkar dapat kembali berjaya.
“Jadi, Golkar harus membaca sentimen publik yang lebih menginginkan figur yang bersih dan bersahaja, bukan justru sebaliknya,” ungkap Acumi, sapaan akrab Hasymi.
Hasymi juga mengajak semua kader Golkar bersatu dan menggalang konsolidasi menyeluruh agar mampu memenangkan Pilgub yang selama ini belum pernah dimenangkan Golkar.
“Harus ada pemetaan secara ril potensi figur dan kemenangan jika dicalonkan Golkar, bukan memaksakan seseorang yang justru merugikan posisi partai,” tandasnya. (Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!