Sofifi, Maluku Utara- Universitas Bumi Hijrah (UNIBRAH) Maluku Utara diwacanakan akan menjadi kampus negeri pertama di Daratan Pulau Halmahera.
Universitas yang berada di Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara itu dinilai representatif untuk ditingkatkan statusnnya menjadi universitas negeri.
Unibrah sendiri hingga saat ini sudah melakukan wisuda ke IV termasuk wisuda pada Rabu (29/12/2021).
Sebagaimana disampaikan Rektor UNIBRAH, Sarbain A. Karim yang didampingi Wakil Ketua Yayasan Hirasul Khairaat, Halil dan Sekda Malut, Samsudin A. Kadir di sela-sela prosesi wisuda mengatakan, walaupun masih jauh, namun peluang UNIBRAH naik satatus mejadi universitas negeri di daratan pulau Halmahera cukup terbuka, karena posisinya berada di Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.
“Itu masih jauh, tetapi kita melihat peluang-peluang yang ada ini terutama karena melihat posisinya kampus berada di Ibu Kota Provinsi maka secara yuridis itu bisa,” kata Rektor Unibrah diamini Wakil Ketua Yayasan Hirasul Khairaat, Halil dan Sekda Malut, Samsudin A. Kadir.
Dikatakannya, alih status itu bisa terjadi jika ada persetujuan dari Yayasan Hirasul Khairaat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan pertimbangan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).
“Kalau dari segi regulasinya harapan itu ada, tetapi itu semua atas keputusan bersama dan secara politis juga,” ujarnya.
Sementara, menurut Sekda Malut Samsudin A Kadir, bahwa alih status dari swasta ke negeri bukan berarti adanya kenaikan tingkat, karena banyak juga kampus swasta yang lebih bagus dari negeri.
“Jadi bukan berarti yang negeri itu lebih hebat, karena masih banyak kampus swasta yang hebat-hebat, yang jelas sekarang kita dukung Unibrah untuk jadi bagus,” imbunya.
Meski demikian, Syamsudin mengungkapkan bahwa perubahan status atau tidak tergantung yayasan. “Kita di pemerintahan juga tergantung pihak yayasan, karena bagaimanapun ini mereka yang punya,” tambahnya.
Sementara, Wakil Ketua Yayasan Hirasul Khairaat, Halil, mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kemungkinan perubahan status UNIBRAH dari swasta menjadi negeri, karena harus melalui keputusan bersama dengan pimpinan yayasan lainnya.
“Memang sempat ada cerita-cerita begitu, niatnya memang ada ke arah itu tetapi masih panjang, karena harus ada pembicaraan dulu, ini kan aset, bagaimana daerah mau membayar atau tidak, tapi saya tidak bisa berkomentar lebih jauh karena masih ada pimpinan,” pungkasnya. (Sam-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!